March 7, 2010
“Sesaat setelah hitungan ke-10 suasana di seputaran ring penuh sesak dengan orang. Saya sampai kebingungan. Tidak sia-sia persiapan setahun yang saya lakukan bersama Kairus Sahel di Sasana Garuda Jaya. Air mata saya baru bisa keluar saat berkumpul bersama keluarga besar yang saya datangkan dari Ambon. Saya benar-benar merasa bangga bisa mengangkat nama bangsa dan negara di arena tinju dunia,” demikian tutur Ellias Pical, petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia versi IBF di kelas Bantam Junior 52,5 kg, tahun 1985 setelah hook kirinya menjatuhkan Ju Do Chun (Korea Selatan) di ronde ke-8 dari 15 ronde yang direncanakan.

“Sesaat setelah hitungan ke-10 suasana di seputaran ring penuh sesak dengan orang. Saya sampai kebingungan. Tidak sia-sia persiapan setahun yang saya lakukan bersama Kairus Sahel di Sasana Garuda Jaya. Air mata saya baru bisa keluar saat berkumpul bersama keluarga besar yang saya datangkan dari Ambon. Saya benar-benar merasa bangga bisa mengangkat nama bangsa dan negara di arena tinju dunia,” demikian tutur Ellias Pical, petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia versi IBF di kelas Bantam Junior 52,5 kg, tahun 1985 setelah hook kirinya menjatuhkan Ju Do Chun (Korea Selatan) di ronde ke-8 dari 15 ronde yang direncanakan.

  1. anrydhanniary reblogged this from mmmms
  2. mmmms posted this